Minggu, 20 November 2016

Informasi Proyek Pembangunan Karanganyar Modern

Meski demikian, jarak klaster dengan Stadion Mahanan yang pernah menjadi tuan rumah event olahraga difabel terbesar di Asia Tenggara “ASEAN Paragames 2011” hanya 3,2km saja.

Lokasinya yang juga lebih dekat dengan jalan protokol Semarang-Surakarta menyebabkan harga rumah di sini dibandrol cukup tinggi. Untuk tipe terkecil yang dipasarkan (LB 98m2 dan LT 185m2), pengembang menghargainya Rp1,1875 Miliar.

http://www.contohrumah.com/harga-keramik/ http://www.contohrumah.com/harga-borongan-bangunan/ http://www.contohrumah.com/harga-cat-kayu/

Perumahan baru lain yang lahir di Karanganyar adalah Griya Adi Sawahan. Ulasan lengkap mengenai proyeknya bisa disimak di sini.

Pengembang perumahan yakni PT Restuadi Andiwarto mengakui, perkembangan yang belangsung di wilayah ini mengakibatkan terjadinya kenaikan harga bangunan sekitar 15% per tahun.

Bukti inilah yang kemudian memicu konsumen baik end user maupun investor untuk menginvestasikan dananya di Karanganyar.

Harga Jual Rumah Menurun Drastis di Kawasan Pondok Indah

Padahal harga jualnya lagi menurun, banyak penjual yang banting harga di bawah pasaran. Cuma ya itu, peminatnya tetap saja sedikit. Mungkin karena NJOP di Pondok Indah terlalu tinggi sehingga menyusahkan juga untuk iuran PBB nya,” terang Adel.

Berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) baru DKI Jakarta tahun 2014, bilangan Kencana Permai Pondok Indah naik drastis hingga 260% dari semula hanya Rp8 Juta menjadi Rp28 Juta.

http://www.contohrumah.com/harga-batu-bata-merah/ http://www.contohrumah.com/harga-closet-duduk/ http://www.contohrumah.com/harga-folding-gate/

“Untuk kawasan Bukit Hijau, NJOP kini sekitar Rp30 Juta – Rp40 Juta. Tapi kalau areanya agak sedikit minggir seperti rumahnya Mas Ahmad Dhani di Pinang Emas, batasan NJOP nya tidak sampai segitu kemungkinan,” ia menguraikan.

Bagaimana dengan sewa?. Mengomentari pertanyaan yang diajukan tim redaksi Rumah.com, Adel mengaku dari sektor sewa pun ada penurunan yang cukup merisaukan. Penyebab utamanya adalah berkurangnya tenaga ekspatriat yang berkantor di koridor TB Simatupang.

“Sewa ikut turun tidak selaris beberapa tahun lalu. Isunya banyak tenaga pekerja asing yang pulang kampung ke negaranya masing-masing. Sementara harga sewa sendiri sekarang kisaran USD3000 jika rumah berada di lokasi favorit,” tandasnya.

Penjualan Rumah di Pondok Indah

Siapa tak kenal kawasan Pondok Indah? Kompleks pemukiman mewah, mahal, dan terkenal yang berada di Jakarta Selatan ini dicap sebagai rumahnya para konglomerat, eskpatriat, pengusaha, hingga artis ibukota.

Sebut saja salah satu artis yang mendiami rumah di kawasan prestise tersebut adalah Ahmad Dhani. Musisi yang malang melintang sejak era 90’an ini memiliki rumah megah bergaya klasik di sana, dengan nuansa serba hitam pada sisi eksterior. Dan rencananya, rumah tersebut bakal segera dijual.

http://www.contohrumah.com/harga-kitchen-set/ http://www.contohrumah.com/harga-plafon/ http://www.contohrumah.com/harga-paving-block/

Dari informasi yang beredar, rumah yang sudah belasan tahun dihuninya bersama keluarga itu dibeli dengan harga awal Rp2,5 Miliar. Harga ini tentu sudah terkoreksi naik, mengingat laju inflasi dan perubahan NJOP membuat hunian di kawasan Pondok Indah tidak ada yang dibandrol kurang dari 6 Miliar.

“Harga pasaran untuk tanah kavling di lokasi utama (prime area) saja sekitar Rp40 Juta sampai Rp47 Juta per meter persegi. Itu baru harga tanah saja belum termasuk bangunan. Area bagus ini meliputi Metro Alam dan Bukit Hijau,” ucap Adel dari Independent Agent Property.

Surabaya Timur Jadi Incaran Investor di Kota Pahlawan

Surabaya, tidak hanya dikenal sebagai Kota Pahlawan, tetapi juga merupakan kota kedua terbesar setelah Jakarta. Besar karena perkembangan infrastrukturnya yang juga tak kalah pesat dari Jakarta sehingga juga merangsang pertumbuhan properti yang signifikan.

Sama halnya dengan Jakarta, Surabaya sendiri terbagi menjadi empat teritorial: Surabaya Barat, Surabaya Selatan, Surabaya Timur, dan Surabaya Tengah.

http://www.contohrumah.com/harga-kusen-aluminium/ http://www.contohrumah.com/harga-besi-siku/ http://www.contohrumah.com/harga-keramik-lantai/

Berdasarkan survey Colliers Indonesia, dari keempat teritorial tersebut, Surabaya Timur merupakan teritorial yang menyumbang suplai properti terbanyak yakni 47 persen. Kemudian disusul Surabaya Barat (36 persen), dan 5.000 unit apartemen di teritorial Surabaya Tengah dan Selatan.

Menurut Rendi Maulana, Marketing Pengembang PT. Sipoa Group Surabaya, potensi di Surabaya Timur masih tergolong kondusif dibandingkan Surabaya Barat.

“Ada infrastruktur yang akan dikembangkan di Surabaya Timur, khususnya pembangunan jalan berupa Outter Ring Road yang nanti akan langsung menghubungkan ke Tol Juanda. Hal ini membuat akses menuju bandara akan semakin cepat. Selain itu kondisi jalan di Surabaya Timur juga masih lengang dibandingkan Surabaya Barat yang kerap padat.

Apartemen yang Mengusung Konsep Unik

Tidak sedikit masyarakat yang enggan menempati hunian di apartemen dengan alasan ketinggian dan rasa nyaman. Namun karena kebutuhan tempat tinggal yang mendesak serta lahan yang semakin sempit, masyarakat kota mau tidak mau terpaksa memilih untuk tinggal di hunian vertikal tersebut.

Memang ada perbedaan yang mendasar saat Anda tingga di rumah tapak dan apartemen. Perbedaan bisa dalam hal sosio kultur maupun gaya hidup. Misalnya dalam hal bertetangga. Dalam sebuah perumahan, besar kemungkinannya Anda dapat saling kenal dan mengetahui satu sama lain.

http://www.contohrumah.com/harga-triplek/ http://www.contohrumah.com/harga-genteng/ http://www.contohrumah.com/harga-rolling-door/

Tetapi jika di apartemen, sangat kecil peluangnya untuk mengetahui siapa tetangga Anda. Selain bentuknya vertikal, akses menuju lantai yang berbeda sangat terbatas dan tidak fleksibel.

Kendati begitu, hal penting yang paling dicari oleh pencari properti adalah bagaimana hunian tersebut mampu menyediakan fasilitas umum yang lengkap, aman, dan nyaman. Selain ketiga hal penting tersebut, ternyata apartemen dengan konsep tertentu juga bisa menjadi hal yang menarik orang untuk meliriknya.

Harga Sewa Apartemen Grand Zamzam Towers

Masih di wilayah Depok, apartemen yang menawarkan konsep unik adalah Apartemen Grand Zamzam Tower. Apartemen ini mengusung 3 nilai yakni “The New Iconic, Religious, dan Green Living”.

Hal unik dari ketiga nilai tersebut adalah sisi keagamaan yang ditunjukkan dengan diimplementasikan terhadap suasana hunian yang nyaman, aman, dan sesuai dengan norma-norma keagamaan.

http://www.contohrumah.com/harga-cat-tembok/ http://www.contohrumah.com/harga-wallpaper-dinding/ http://www.contohrumah.com/harga-kayu/

KSO Griya Sarana Jaya Property, selaku pengembang ingin mengubah perspektif negatif mengenai apartemen, yang dianggap bebas tanpa pengawasan. Penghuni Apartemen Zamzam Tower tidak bisa sembarangan memasukkan tamu lawan jenis ke apartemen, kecuali tamu tersebut merupakan anggota keluarga dan suami atau istri.

Karena menyasar investor yang ingin menyewakan kembali apartemen ini untuk mahasiswa, pengembang menyediakan student club yang bentuknya seperti lobi. Di sini terdapat spot-spot yang nyaman yang bisa digunakan para mahasiswa untuk belajar.

Kenaikan harga properti di apartemen tersebut bisa mencapai 30% – 38% per tahun dengan harga sewa berkisar Rp2 Juta – Rp3 Juta per bulan.

Sejuta Rumah Bisa Raih Target

Catatan terakhir jumlah pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Oktober 2016 berada di angka 415 ribu unit. Artinya, pasokan masih belum menyentuh setengah persen dari target yang ditetapkan per tahunnya.

Menyikapi hal ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) meminta para pengembang yang tergabung dalam Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) untuk tetap solid.

http://www.contohrumah.com/harga-polycarbonate/ http://www.contohrumah.com/harga-kaca/ http://www.contohrumah.com/harga-glass-block/

“Bapak Menteri berpesan agar REI tetap kukuh membantu pemerintah dalam menyukseskan Program Sejuta Rumah. Karena jika tidak, bisa dipastikan pembangunan perumahan akan menjadi beban pemerintah,” Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, KementerianPUPR, Maurin Sitorus mengakui.

Tak hanya itu, ia juga berharap para pengembang selalu konsisten dalam membangun rumah bersubsidi yang berkualitas.

“Kami meminta pengembang yang tergabung baik dalam APERSI maupun REI untuk menghadirkan perumahan bagi MBR yang bermutu, dengan didukung fasilitas yang baik mulai dari sambungan listrik maupun kualitas airnya”, tegasnya.